BElajar untuk berbagi

kesehatan

*Alasan baRu agaR ce ga Ngerokok....!!!!

 


Jakarta PMS (Pra Menstruation Syndrome) adalah penyakit bulanan perempuan. Pusing, nyeri punggung dan dada serta munculnya jerawat merupakan gejalanya. PMS juga terkadang mempengaruhi emosional perempuan. Mereka jadi lebih sensitif.

Seperti detikhot kutip dari Health24, Senin (24/11/2008), kebiasaan merokok ternyata dapat membuat gejala-gejala di atas menjadi lebih parah. Hal itu terbukti dari hasil penelitian, Dr. Elizabeth R. Bertone-Johnson, dari Universitas Massachusetts.



Penelitian itu dilakukan di Amerika Serikat dan dimulai sejak tahun 1989 lalu. Yang menjadi objek penelitian adalah 116.678 siswi sekolah keperawatan.

Dalam 2 tahun, para siswi yang merokok memiliki gangguan PMS dua kali lebih banyak dari yang tidak merokok. Sedangkan siswi yang telah memiliki kebiasaan merokok sejak berumur kurang dari 15 tahun memiliki risiko PMS lebih parah. Risikonya 2,5 kali lebih parah dari yang tidak merokok.

Kebiasaan merokok memang dapat mempengaruhi keseimbangan berbagai hormon seperti estrogen, progesteron, testosteron. Hormon-hormon tadi juga mempengaruhi siklus menstruasi. Oleh karena itu kebiasaan merokok dapat berdampak pada siklus haid perempuan secara langsung.

Tak hanya itu, merokok juga dapat mengurangi kadar vitamin D dalam tubuh. Berkurangnya vitamin D bisa membuat gejala PMS selalu hadir setiap bulan.

Lebih parahnya lagi, kebiasaan merokok yang dilakukan sejak dini akan berdampak langsung pada siklus haid. Bisanya perempuan perokok memiliki silus haid lebih pendek dari yang tidak merokok. Hal tersebut tentu saja berdampak langsug pada tingkat kesuburan perempuan

Masih punya alasan untuk merokok?


--Sumber : detikhot.com--



 *anda merokok tapi ingin hdup sehat?? ^^

 
Beberapa sayuran ternyata dapat dipercaya dapat menurunkan risiko kanker paru-paru.




Para perokok dan mantan perokok yang mengkonsumsi banyak brokoli dan sayuran lainnya mempunyai kemungkinan lebih rendah terkena risiko kanker paru-paru dibandingkan dengan yang tidak.
Para peneliti di Roswell Park Cancer Institute di Buffalo, New York melaporkan hasil penelitian ini di Washington pada 18/11-2008 dalam acara pertemuan asosiasi peneliti kanker dalam bidang pencegahan (American Association of Cancer Research meeting on cancer prevention).



"Hal pertama yang harus dilakukan adalah berhenti merokok, karena itulah cara yang terbaik mengurangi risiko kanker paru-paru," kata peneliti Li Tang,PhD.

Quote:
Disamping berhenti merokok, Tang menganjurkan perokok dan para mantan perokok untuk mengkonsumsi sayur-sayuran yang penting bagi tubuh, seperti brokoli, kol bunga, kubis, lobak, khususnya dalam bentuk mentah.
Tang mengingatkan bahwa tidak ada peluru ajaib yang dapat menjamin pencegahan kanker paru-paru. Tetapi, tidak ada sisi buruknya mengkonsumsi sayur-sayuran.

Tim Tang menanyakan kepada 948 pasien kanker paru-paru dan 1.743 tanpa kanker paru-paru mengenai sejarah merokok mereka, konsumsi buah-buahan dan sayuran.

Diantara perokok, khususnya diantara mantan perokok, komsumsi sayuran dalam jumlah besar berhubungan erat dengan dengan risiko kanker yang lebih rendah.

Itu tidak berarti bahwa sayuran tersebut mencegah kanker paru-paru. Studi yang dilakukan Tang bersifat observasi, tidak secara langsung mencoba manfaat sayuran tersebut dalam pencegahan kanker.

Tetapi, penelitian lain telah menunjukkan bahwa komponen isothiocyanates dalam sayuran mengandung zat yang dapat melawan kanker, kata Tang.

Quote:
Sayuran penting yang paling umum dikonsumsi dalam studi Tang adalah brokoli, kubis, dan kol bunga. Mengkonsumsi sayuran ini dalam keadaan mentah lebih baik, karena pemanasan merusak enzim dalam sayuran yang berfungsi mengaktifkan isothiocyanates, kata Tang.
Pada bulan Februari, tes laboratorium yang dilakukan oleh peneliti lain menunjukkan bahwa isothiocyanates pada brokoli dapat membantu mencegah kanker kandung kemih pada tikus.

Quote:
Pada bula Juli, studi lain menunjukkan bahwa laki-laki yang mengkonsumsi brokoli beberapa kali dalam seminggu memiliki risiko yang lebih kecil terkena kanker prostat daripada laki-laki yang tidak mengkonsumsi brokoli.
 

 

Posting Komentar - Back to Content

 
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda. Gunakan Google Chrome Atau Mozila Fire Fox Terbaru Untuk Melihat Tampilan Sempurna Blog Ini